Indah's Blog

Selasa, 26 Maret 2013

Tenaga Endogen



Bentuk-Bentuk Muka Bumi
(Tenaga Endogen)

Bentuk muka bumi akibat tenaga endogen(Geography )
Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama. Perubahan permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang salah satunya adalah tenaga endogen
Tengaga Endogaen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. Tenaga Endogen adalah tenaga yangberasala dari dalam bumi. Tenaga Endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Tenaga Endogen sering menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer) seperti :
Proses Diastropisme
Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi.
Proses lipatan
Kalau tenaga endogen yang menekan litosfer arahnya mendatar dan bertumpukan yang mengakibatkan permukaan bumi melipat menybabkan terbentuknya puncak dan lembah.Bentuk permukaan bumi dari hasil proses ini ada dua, yaitu :
puncak lipatan (antiklin)
lembah lipatan (sinklin)
Proses Patahan
Proses datropisme juga dapat menyababkan truktur lapisan-lapian batuan retak-retak dan patah. Lapiasan batuan yang mengalami proses patahan ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lembah patahan dan ada yang terangkat membentuk puncak patahan. Lembah patahan disebut slenk atau graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst.
Vulkanisme
Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulaknisme. Gejala vulkanisme berhubungan dengan aktivtas keluarnya magma di gunungapi. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunungapi. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antarlampang. Beberapa gunugapi ditemukan berada di tengah lempeng yang disebsbkan oleh tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas (hotspot).Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar membakar kerak bumi dan melutus di permukaan
Istilah-Istilah vulkanisme :
  1. Vulkanologi : ilmu kebumian yang memplajari gunungapi
  2. Magma : bahan silikat cair pijar yang terdiri atas bahan padat,cair,dan gas yang terdapat di lapisan litosfer bumi. Suhu normal magma bersikar 900 C-1200 C.
  3. Erupsi  : proses keluarnya magma dari lapisan litosfer sampai ke permukan bumi. Erupsi sebuah gunungapi dapdt berupa lelehan (efusif) melalui retakan pada lapisan-lapisan batu. Dan ledakan sumburan (ekaplosif) melalui kepundan atau corong gunung api.
  4. Intrusi magma  : proses penerobosan magma melalui retakan-retakan lapisan batuan, tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Apabila intrusi magma membeku maka akan terbentuk batuan intrusiva.
  5. Lava  : magama yang keluar sampai ke permukaan bumi.
  6. Lahar  : lava yang telah bercampur dengan bahan-bahan di permukaan bumu.
  7. Eflata / bahan piroklastik  : bahan-bahan yang lepas dari gunungapi ketika terjadi letusan eksplosif.
  8. Kawah  :  lubang pada tubuh gunungapi sebagai tempat keluarnya magma. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. Bila kaldera terisi air yang cukup banyak mak akan terbentuk danau kawah atau danau vulkanik. Kawah dan kaldera yang di Indonesia, antara lain Kawah Takubanperahu (Jawa Barat), Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah), dan Kaldera Gunung Batur (Bali).
Bentuk-Bentuk Gunungapi
Berdasarkan bentuk letusanya, gunung api dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yang berbeda yaitu :
  1. Gunungapi Prisai  :  Gunungapi perisai berbentuk seperti perisai (shields) terbentuk oleh letusan yang sangat cair (efusief), yaitu berupa lelehan lava yang sangat luas dan landai. Ciri gunungapi perisai adalah lerengnya sangat landai bahkan hampir datar, Contohnya, Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawai.
  2. Gunungapi Maar  : Gunungapi maar terbentuk dari letusan berupa ledakan (eksplosif) yang dahsyat yang terjadi sekali, dengan mengeluarkan bahan-bahan berupa eflata. Gunung maar biasanya punya dapur magma yang dangkal dan magma yang terdiri dari bahan-bahan padat dan gas yang padat. Contoh gunung maar adalah : Gunung Lamongan (Jawa Timur), Gunung Pinakate (Meksiko), Gunung Monte Muovo (Italia), Gunungapi Starto (Kerucut)
  3. Gunung api Starto : Gunung api starto terbentuk akibat letusan yang berulang-ulang dan berseling-seling antara bahan padat dan lelahan lava. Sebagian besar gunung di Indonesia adalah gunung starto seperti :Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Kerinci,
Gejala Vulkanisme
Gejala Vulakanik ada dua yaitu :
  • Pravulkanik
Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunungapi. Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunungapi adalah :
  1. Kenaikan suhu udara di sekitar gunungapi drastis (dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas)
  2. Banyak tumbuhan kering dan hewan turun dari gunung.
  3. Meningkatnya bau belerang yang menyengat
  4. Pascavulkanik (postvulcanic)
  5. Pascavulkanik adalah gejala dimana gunungapi menampakan aktifitas atau sedang dalam fase istirahat. Gejalanya antara lain :
  6. Ditemukannya mata air panas, yang bisa dijadikan obat kulit, seperti mata air di Banten (Jawa Tangah) dan di Ciatar (Jawa Barat)
  7. Ditmuaknya gas gunungapi berupa :
  8. Uap air (fumarola)
  9. Gas belerang (sulfatar)
  10. Gas karbondioksida (mofet)
  11. adanya semburan air panas (geyser) yang keluar darirekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi (Jawa Barat)
Kesimpulan ::
1. Dampak tenaga Endogen
- Menguntungkan (keindahan alam)
- Merugikan (gempa, gunung meletus)
Tenaga endogen terhadap corak/ bentuk permukaan bumi pengaruhnya : menyebabkan terjadinya pegunungan, lembah dan perbukitan, bentuk permukaan bumi mempengaruhi kegiatan ekonomi manusia di daerah pegunungan dan dataran tinggi manusia. Di daerah pegunungan dan dataran tinggi manusia cenderung melakukan kegiatan ekonomi di bidang pertanian/tanaman perdagangan seperti kopi, cengkeh, teh, tanaman tersebut cocok dengan temperatur dataran tinggi, namun dampaknya juga bias berakibat buruk dan merugikan bagi manusia, seperti vulkanisme, dan dapat menimbulkan gempa bumi dan letusan gunung api. Gempa bumi dan letusan gunugn api dapat menelan korban jiwa manusia, membahayakan kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian materil bagi penduduk setempat.
Bermacam-macam bentuk muka bumi ini terjadi karena berpengaruhnya tenaga pembentuk muka bumi yang di sebut tenaga geologi. Tenaga geologi atau pembentuk muka bumi terbagi menjadi 2, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.

1. Dampak Positif Tenaga Endogen
    Dampak positif tenaga endogen adalah sebagai berikut.
a. Letak mineral dekat dengan permukaan.
b. Relief bentukan akibat tenaga endogen di daratan dan di pantai menjadi tempat wisata.
c. Batu-batuan dan barang tambang terlempar di permukaan bumi.
d. Terbentuk gunung-gunung yang tinggi sehingga mendapatkan hujan orografis.
e. Terbentuk tanah tinggi yang luas sebagai areal pertanian.

2. Dampak Negatif Tenaga Endogen
    Dampak negatif tenaga endogen adalah sebagai berikut.
a. Terjadi gerakan turunnya daratan sehingga menjadi dekat dengan pantai.
b. Terjadi gerak naik daratan dan pantai.
c. Terjadi lipatan dan patahan sehingga akan menimbulkan kerusakan bangunan, jalan,
    rumah, dan jembatan di permukaan bumi.

    Upaya menanggulangi dampak negatif dari tenaga endogen adalah sebagai berikut.
a. Daerh yang mengalami gerakan bumi dan belum stabil tidak boleh digunakan sebagai
    tempat permukiman.
b. Dilarang membuat bangunan di daerah yang masih labil dan masih terjadi gerakan bumi.
c. Pembuatan jalan dan jalur kereta api juga harus menghindari daerah yang masih labil.

Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang bersifat membangun atau kostruktif. Tenaga endogen berupa tenaga tektonik, vulkanik dan tenaga seismik.

1   .       Tenaga tektonik
Gejala pembentukan muka bumi oleh bekerjanya tenaga tektonik di sebut tektonisme. Tenaga tektonik bisa bergerak secara vertikal maupun horizontal yang menyebabkan perubahan letak lapisan batuan pembentuk muka bumi yang sering di sebur dislokasi. Proses tersebut menghasilkan pegunungan lipatan dan pegunungan patahan. Berdasarkan kecepatan gerak dan luasnya areal, tektonisme dibedakan menjadi dua yaitu :
      a)      Gerak epirogenetik
Gerak epirogenetik adalah gerak naik turunnya lapisan kulit bumi yang berlangsung secara sangat lambat dalam waktu yang sangat lama dan meliputi areal yang sangat luas. Gerak ini menghasilkan bentuk kontinen atau benua. Ada dua gerak epirogenetik yaitu gerak epirogenetik positif dan gerak epirogenetik negatif.

b)      Gerak orogenetik
Gerak orogenetik adalah gerakan kulit bumi yang relatif cepat dan mencakup areal yang sempit. Proses ini dapat menghasilkan pegunungan lipatan dan pegunungan patahan.
2   .       Tenaga Vulkanik
Berdasakan etimologinya vulkan berarti gunung api yang sering banyak kalangan menyebutnya sebagai gunung berapi. Bedanya gunung api adalah gunung yang memiliki sifat-sifat api sedangkan gunung berapi bisa di maknai sebagai gunung yang ada apinya (jika diartikan hanya secara bahasa/tekstual). Vulkan yang dipelajari disini adalah gunung yang memiliki sifat-sifat api atau gunung api. Vulkanik adalah bersifat kegunungapian sedangkan vulkanisme adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas gunung api, atau peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma dari dapur magma sampai ke permukaan bumi. Gejala Vulkanisme mencakup :
      a)      Instrusi magma
Intrusi magma adalah peristiwa terobosan magma dari dapur magma tetapi tidak sampai pada permukaan bumi. Magma hanya menyusup di antara lapisan kulit bumi (litosfer). Intrusi magma menghasilkan bentuk-bentuk antara lain sebagai berikut.
-    Batolit, adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma.
-    Lakolit, adalah batuan beku berbentuk cembung yang terletak di antara dua lapisan litosfer.
-   Sill atau keping intrusi, adalah bautan beku berbentuk tipis yang terletak di antara dua lapisan litosfer.
-    Gang atau dike atau retas atau korok, adalah batuan beku berbentuk pipih hasil dari intrusi magma yang memotong lapisan litosfer tapi tidak mencapai permukaan bumi.
-    Apofisa, adalah cabang dari batu gang.
-  Diatrema, adalah batuan yang merupakan kerak dari pipa saluran magma dari dapur magma.

      b)      Ekstrusi magma
Ekstrusi magma sering di sebut erupsi, yaitu peristiwa keluarnya magma dari dapur magma hingga mencapai permukaan bumi. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terbentuknya gunung api atau vulkan.
      c)       Tipe letusan Gunung api
Tipe letusan gunung api di tentukan beberapa faktor, yaitu viskositas atau kekentalan magma , tekanan magma, kedalaman dapur magma, dan bahan-bahan yang dikeluarkan. Menurut tipe letusannya gunung api bisa dibedakan menjadi tujuh ;
     (1)    Tipe hawai, memiliki tekanan gas rendah lavanya cair tipis, dapur magma sangat dangkal. Gunung api tipe ini membentuk gunung api perisai. Contohnya Gunung Kilauea dan gunung maona loa di hawai.
     (2)    Tipe stromboli, memiliki lava sangat cair, dapur magam dangkal, tekanan gas sedang. Tipe ini sering melakiukan erupsi pendek yang di sertai letusan dengan mengeluarkan material bom dan lapili. Contohnya Gunung stromboli di kepulauan lipari.
     (3)    Tipe Vulkano, ada dua jenis yaitu :
-           tipe vulkano kuat, lavanya cair tebal, mempunyai tekanan gas tinggi dengan kedalaman dapur magma yang dalam. Contohnya, Gunung vesuvius dan gunung ethna.
-          Tipe vulkano lemah, lavanya cair tebal, tekanan gas rendah dengan dapur magma yang dangkal. Contohnya Gunung bromo, gunung raung dan gunung semeru.
     (4)    Tipe merapi, mengandung lava kental, tekanan gas sedang dengan dapur magma yang sangat dangkal. Contohnya, gunung merapi.
     (5)    Tipe saint vincent, lavanya kental, tekanan gas rendah dengan dapur magma yang dangkal. Contoh gunung saint vincent dan gunung kelud.
     (6)    Tipe pelee, lavanya kental, tekanan gas tinggi dan dapur magma dalam. Contohnya, gunung pelee.
     (7)    Tipe perret (plinian), lavanya cair dan sangat encer dengan tekanan gas sangat tinggi. Dapur magma sangat dalam. Kadang-kadang terjadi penyumbatan magma akibatnya sering terjadi gempa pada saat akan terjadi letusan. Tipe letusan ini adalah satu-satunya tipe letusan yang merusak. Contoh gunung krakatau, meletus sekali pada tahun 1883 dengan letusan yang sangat dahsyat. Setelah meletus kemudian lenyap.

3   .       Gejala seismik
Seismik adalah kegempabumian sedangkan seisme adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan gempa bumi. Gempa adalah sentakan asli yang terjadi di bumi bersumber dari dalam bumi yang kemudian merambat ke permukaan bumi (katilli, 1996). Terjadinya gempa di sebabkan oleh pelepasan kekuata yang berada di dalam bumi. Batuan kulit bumi menjadi tergeser. Dilihat dari penyebab terjadnya, gempa di bedakan menjadi tiga.
      a)      Gempa vulkanik
Gempa vulkanik adalah gempa yang di sebabkan oleh aktivitas gunung api. Pada saat gunung api meletus timbul tekanan gas dari dalam. Tekanan gas inilah yang menyebabkan timbulnya gempa. Bahaya dari gempa ini relatif kecil dan hanya berpengaruh pada daerah di sekitar gunung api yang akan meletus saja.
      b)      Gempa tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh gerak orogenetik. Bahaya yang mungkin terjadi lebih besar. Permukaan bumi bisa mengalami retakan, pergeseran atau bahkan terbalik.
      c)       Gempa runtuhan atau terban
Gempa runtuhan terjadi karena adanya runtuhan massa batuan yang berada di atas rongga di dalam bumi.
Pusat gempa berada di bawah permukaan  bumi dan disebut hiposentrum. Ada dua jenis hiposentrum, hiposentrum garis, jika penyebab gempa berupa garis patahan, dan hiposentrum titik jika penyebab gempa dari gunung api atau terban. Permukaan tanah yang berada tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Daerah ini biasanya mendertia kerusakan paling parah. Jika episentrum berada di dasar laut maka akan menimbulkan tsunami.

Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya ada tiga jenis gempa, yaitu :
    a)      Gempa bumi dalam, memiliki hiposentrum lebih dari 300 km. daya guncangnya lemah sehingga pengaruhnya kecil sekali.
    b)      Gempa bumi menengah, hiposentrumnya terletak antara 100 s/d 300 km. gempa ini menimbulkan kerusakan ringan.
    c)       Gempa bumi dangkal, letak hiposentrumnya kurang dari 100 km. daya guncangnya sangat kuat. Kerusakan yang ditimbulkan sangat besar. Gempa jenis ini pernah terjadi di daerah istimewa Yogyakarta pada mei 2006.

Gelombang gempa, dapat di bedakan menjadi tiga :
    a)      Gelombang longitudinal, yaitu gelombang gempa yang merambat dari pusat gempa ke segala arah. Kecepatannya antara 7 s/d 14 km/detik. Gelombang inilah yang pertama kali dirasakan orang dan pertama kali tercatat oleh seismograf (alat pencatat kekuatan gempa) sehingga di sebut gelombang primer.
    b)      Gelombang transversal, yaitu gelombang gempa yang merambat dari pusat gempa dengan kecepatan 4 s/d 7 km/s. Gelombang ini datangnya lebih akhir daripada  gelombang longitudinal, maka dinamakan gelombang sekunder.
    c)       Gelombang panjang, gelombang yang merambat dari epeisentrum ke segala arah di permukaan bumi. Karena rambatan gelombang panjang berada di permukaan bumi, maka di sebut juga gelombang permukaan.

Tenaga Endogen Sebagai Tenaga Pembentuk Muka Bumi
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa. Vulkanisme dibagi lagi menjadi plutonisme dan vulkan. Contoh dari plutonisme adalah sill, gang, lakolit, batholit, dll. Sedangkan, tenaga vulkan sendiri dibagi lagi berdasarkan bentuk dan tipe letusannya. Berdasarkan bentuknya, gunung berapi dibedakan menjadi bentuk perisai, strato, dan maar. Dan berdasarkan tipe letusannya, dibagi menjadi Hawai, Stromboli, Vulcano, Merapi, St. Vincent, Peret, dan Pelle.
Tektonisme
Tektonisme adalah proses yang terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan dan patahan pada struktur tanah di suatu daerah. Yang di maksud lipatan adalah bentuk muka bumi hasil gerakan tekanan secara horizontal yang menyebabkan lapisan permukaan bumi menjadi berkerut dan melipat. Patahan adalah permukaan bumi hasil dari gerakan tekanan horizontal dan tekanan vertikal yang menyebabkan lapisan bumi menjadi retak dan patah. Ada dua jenis tektonisme, yaitu Epirogenesa dan Orogenesa. Epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga lambat dari dalam bumi dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah melewati daerah luas. Ada dua Epirogenesa :
Epirogenesa positif, yaitu gerakan yang mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat naik.
Epirogenesa negatif, yaitu gerakan yang mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat turun.
Orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Tektonik Orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (Warping, lipatan (Folding, patahan (Faulting) dan retakan (Jointing). Serta salah satu contoh hasil Orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania.
Vulkanisme
Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
  • Aliran Lava.
  • Letusan Gunung Berapi.
  • Aliran Lumpur.
  • Abu.
  • Kebakaran Hutan.
  • Gas Beracun.
  • Gelombang Tsunami.
  • Gempa Bumi.
Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
Status
Makna
Tindakan
AWAS
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas

NORMAL
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar
  • Pengamatan rutin
  • Survei dan penyelidikan


Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya
Stratovolcano
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.
Perisai
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
Cinder Cone
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
Kaldera
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.
Klasifikasi gunung berapi di Indonesia
Tipe A
Gunung berapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
Tipe B
Gunung berapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengadakan erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.
Tipe C
Gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.
Seisme / Gempa
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama. Perubahan permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen.

I. Tenaga Endogen
Tengaga Endogaen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. Tenaga Endogen adalah tenaga yangberasala dari dalam bumi. Tenaga Endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Tenaga Endogen sering menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer).
1. Proses Diastropisme
Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi.

2. Proses lipatan
Jika tenaga endogen yang menekan litosfer arahnya mendatar dan bertumpukan yang mengakibatkan permukaan bum melipat menybabkan terbentuknya puncak dan lembah.Bentuk permukaan bumi dari hasil proses ini ada dua, yaitu :
puncak lipatan (antiklin)
lembah lipatan (sinklin)
 
3. Proses Patahan
http://4.bp.blogspot.com/_FB01x4fS8dM/TSwUMR-0yFI/AAAAAAAAAGk/D_lRM8iXFoU/s400/mn+m+nm.jpeg

Proses datropisme juga dapat menyababkan truktur lapisan-lapian batuan retak-retak dan patah. Lapiasan batuan yang mengalami proses patahan ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lemdh patahan dan ada yang terangkat membentuk puck patahan. Lembah patahan disebut slenk atau graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst.

4. Vulkanisme

Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulaknisme. Gejala vulkanisme berhubungan dengan aktivtas keluarnya magma di gunungapi. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunungapi. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antarlampang. Beberapa gunugapi ditemukan berada di tengah lempeng yang disebsbkan oleh tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas (hotspot).Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar membakar kerak bumi dan melutus di permukaan. 

Istilah-Istilah vulkanisme :
1. Vulkanologi : ilmu kebumian yang memplajari gunungapi
2. Magma : bahan silikat cair pijar yang terdiri atas bahan padat,cair,dan gas yang terdapat di lapisan litosfer bumi. Suhu normal magma bersikar 900 C-1200 C.
3. Erupsi : proses keluarnya magma dari lapisan litosfer sampai ke permukan bumi. Erupsi sebuah gunungapi dapdt berupa lelehan (efusif) melalui retakan pada lapisan-lapisan batu. Dan ledakan sumburan (ekaplosif) melalui kepundan atau corong gunung api.
4. Intrusi magma : proses penerobosan magma melalui retakan-retakan lapisan batuan, tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Apabila intrusi magma membeku maka akan terbentuk batuan intrusiva.
5. Lava : magama yang keluar sampai ke permukaan bumi.
6. Lahar : lava yang telah bercampur dengan bahan-bahan di permukaan bumu.
7. Eflata / bahan piroklastik : bahan-bahan yang lepas dari gunungapi ketika terjadi letusan eksplosif.
8. Kawah : lubang pada tubuh gunungapi sebagai tempat keluarnya magma. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. Bila kaldera terisi air yang cukup banyak mak akan terbentuk danau kawah atau danau vulkanik. Kawah dan kaldera yang di Indonesia, antara lain Kawah Takubanperahu (Jawa Barat), Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah), dan Kaldera Gunung Batur (Bali).

Bentuk-Bentuk Gunungapi

Berdasarkan bentuk letusanya, gunung api dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yang berbeda yaitu :
1. Gunungapi Prisai : Gunungapi perisai berbentuk seperti perisai (shields) terbentuk oleh letusan yang sangat cair (efusief), yaitu berupa lelehan lava yang sangat luas dan landai. Ciri gunungapi perisai adalah lerengnya sangat landai bahkan hampir datar, Contohnya, Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawai.


perisai

2. Gunungapi Maar :Gunungapi maar terbentuk dari letusan berupa ledakan (eksplosif) yang dahsyat yang terjadi sekali, dengan mengeluarkan bahan-bahan berupa eflata. Gunung maar biasanya punya dapur magma yang dangkal dan magma yang terdiri dari bahan-bahan padat dan gas yang padat. Contoh gunung maar adalah : Gunung Lamongan (Jawa Timur), Gunung Pinakate (Meksiko), Gunung Monte Muovo (Italia),
http://4.bp.blogspot.com/_FB01x4fS8dM/TSwWLXaeyDI/AAAAAAAAAHE/RVh7DIxhF2I/s400/gfrgh.jpeg
Maar


bambar gunung api maar

3. Gunung api Starto : Gunung api starto terbentuk akibat letusan yang berulang-ulang dan berseling-seling antara bahan padat dan lelahan lava. Sebagian besar gunung di Indonesia adalah gunung starto seperti :Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Kerinci,
 
Gejala Vulkanisme
Gejala Vulakanik ada dua yaitu :
  • Pravulkanik
Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunungapi. Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunungapi adalah :
1. Kenaikan suhu udara di sekitar gunungapi drastis (dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas)
2. Banyak tumbuhan kering dan hewan turun dari gunung.
3. Meningkatnya bau belerang yang menyengat 
  • Pascavulkanik (postvulcanic)
1. Pascavulkanik adalah gejala dimana gunungapi menampakan aktifitas atau sedang dalam fase istirahat. Gejalanya antara lain :
2. Ditemukannya mata air panas, yang bisa dijadikan obat kulit, seperti mata air di Banten (Jawa Tangah) dan di Ciatar (Jawa Barat)
3. Ditmuaknya gas gunungapi berupa :
4. Uap air (fumarola)
5. Gas belerang (sulfatar)
6. Gas karbondioksida (mofet)
7. adanya semburan air panas (geyser) yang keluar darirekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi (Jawa Barat)