Indah's Blog

Minggu, 24 Maret 2013

Organisasi Kehidupan

Organisasi Kehidupan
 
A. Sel
            Telinga, mata, kaki, dan tangan menyusun tubuh kita. Masing-masing terdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Bagian yang terkecil dari suatu makhluk hidup disebut dengan sel. Sel-sel tubuh makhluk hidup yang mempunyai banyak bentuk dan fungsi sama berkelompok membentuk suatu jaringan. Berbagai jaringan berkumpul menjadi satu membentuk organ (alat tubuh). Selanjutnya, beberapa jenis organ saling berhubungan dan menjalankan fungsi tertentu membentuk sistem organ. Akhirnya, seluruh sistem organ bergabung membentuk suatu organisme berupa hewan dan tumbuhan.
1. Teori tentang Sel
          Pada tahun 1665, seorang ahli berkebangsaan Inggris yang bernama Robert Hooke berhasil mengamati preparat sel dengan mikroskop buatan sendiri. Ia mengamati irisan gabus yang sangat tipis. Dalam pengamatan itu, Hooke melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang kemudian diberinya nama sel (ceculla). Namun, sel-sel yang diamati oleh Hooke itu merupakan sel-sel mati, sel-sel tersebut tidak memperlihatkan bagian-bagian selnya.
            Teori tentang sel dikemukakan pertama kali oleh ahli botani Jerman Jacob Schleiden (1804-1881) pada tahun 1838. Dia berpendapat bahwa semua tubuh tumbahan terdiri atas sel-sel. Setahun kemudian, pendapat ini diperluas oleh Theodor Schwann (1810-1882) yang mengemukakan bahwa semua makhluk hidup
     tersusun dari sel-sel. Teori “sel yang baru” selanjutnya
     dikemukakan oleh Rudolph Virchow (1821-1902). Menurut Virchow, sel hanya dapat terjadi dari sel yang sudah ada.
            Penelitian tentang sel pada zaman dahulu masih sangat terbatas. Pada saat itu belum ditemukan alat-alat yang dapat digunakan untuk mengamati sel dengan saksama. Maka kita tidak dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang besarnya kurang dari 100 mikron (1 mikron = 0,001 milimeter), sedangkan ukuran sel tubuh makhluk hidup berkisar antara 5-15 mikron. Kecuali, sel telur burung dan cadangan makanan yang tersimpan pada kuning telurnya. Untuk dapat melihat sel, kalian harus menggunakan alat yang disebut mikroskop. Sebuah mikroskop dapat memperbesar objek beratus-ratus kali ebih besar dari pada yang dilakukan oleh lensa pembesar (lup) sederhana.
            Pengamatan terhadap sebuah sel hidup dengan menggunakan mikroskop cahaya hanya akan memperlihatkan beberapa bagian sel antara lain membran sel, sitoplasma, dan inti sel. Adapun bagian-bagian sel yang lain hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron yang daya pembesarannya lebih baik dari pada daya pembesaran  mikroskop cahaya.

2. Bagian-bagian Sel
           
            Samakah Sel Hewan dan Sel Tumbuhan? Agar lebih jelas, lihat gambar dibawah ini untuk membandingkan sel hewan dan sel tumbuhan.
  
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
·         Tidak memiliki dinding sel, hanya memiliki membran sel yang tipis
·         Memiliki dinding sel dan membran sel
·         Dinding sel terdiri atas selulosa sehingga dindingnya kuat
·         Tidak memiliki platisida
·         Umumnya memiliki plastisida terutama kloroplas
·         Tidak memiliki rongga sel (vakuola), atau apabila ada, ukurannya sangat kecil
·         Mempunyai rongga sel (vakuola) yang besar
·         Memiliki sentriol
·         Tidak memiliki sentriol
·         Memiliki lisosom
·         Tidak memiliki lisosom
Tidak semua sel penyusun makhluk hidup sama. Sel-sel penyusun tubuh makhluk hidup memiliki berbagai macam bentuk, ukuran, dan susunan. Bentuk sel makhluk hidup beraneka ragam, antara lain berbentuk tidak beraturan, bulat, segi empat, pipih, silinder, atau memanjang. Lihat gambar dibawah agar dapat mengenal beberapa contoh sel yang memiliki bentuk bervariasi.
 
                Meskipun sel memiliki bentuk, ukuran, dan susunan yang beraneka ragam, tetapi masing-masing mempunyai struktur dasar yang sama. Tiga struktur dasar sel tumbuhan dan sel hewan, yaitu membran sel, plasma sel, dan inti sel.
a. Membran Sel
          Membran Sel adalah bagian terluar sel yang membatasi suatu sel dengan lingkungan luarnya dan membatasi sel yang satu dengan sel lainnya. Membram sel merupakan selaput tipis dan elastis yang terletak di luar sitoplasma dan bersifat semipermeabel. Membran sel berfungsi untuk mengatur peredaran zat-zat ke dalam sel dan mengatur keluarnya zat-zat dari dalam sel. Pada sel tumbuhan, selain membran sel juga terdapat dinding sel. Dinding sel tumbuhan tersusun oleh serat selulosa sehingga kuat dan bentuknya tetap. Sel hewan dan manusia tidak memiliki dinding sel.
b. Plasma Sel
            Plasma sel merupakan cairan sel di bagian dalam kantong sel yang dibatasi leh membran sel. Plasma sel meliputi dua bagian, yaitu nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma adalah plasma atau cairan yang terletak di dalam inti sel. Sitoplasma adalah cairan kental yang mengisi ruangan antara membran sel dan inti sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel sel, antara lain ribosom, retikulum endoplasma, badan Golgi, dan mitokondria.
1) Ribosom
            Ribosom adalah partikel berbentuk bulat di dalam sitoplasma yang juga dapat di temukan melekat pada dinding selaput retikulum endoplasma bagian dalam. Fungsinya berhubungan dengan proses sintesis protein.
2)  Retikulum Endoplasma
            Retikulum Endoplasma adalah saluran kecil dengan sistem membran yag terdapat di dalam sitoplasma. Fungsinya antara lain, melaksanakan sintesis dan sekresi protein dan lemak.
3) Badan Golgi
            Badan Golgi terdiri atas tumpukan kantong-kantong pipih  yang di kelilingi oleh gelembung-gelembung sebagai alat ekskresi sel dalam bentuk cair. Kantong-kantong ini menampung dan mengumpulkan protein atau lipid dari  retikulum endoplasma.
4) Mitokondria
            Mitokondria merupakan organel sel yang berukuran antara 0,2 - 0,3 mikron. Mitokondria berfungsi sebagai tempat terjadinya proses oksidasi sel dan menghasilkan energi untuk aktivitas sel.
c. Inti Sel
            Inti sel adalah bagian dari sel yang utama. Fungsinya sebagai pusat pengatur seluruh kegiatan sel. Di bagian dalam inti sel hewan dan sel tumbuhan terdapat kromatin. Pada waktu sel akan membelah, kromatin yang berbentuk benang ini akan menebal dan disebut kromosom. Kromosom merupakan faktor membawa keturunan (gen).
B. Jaringan
            Pada umunya, jaringan diartikan sebagai kumpulan sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Akan tetapi, ada jaringan yang terdiri dari sel-sel dengan bentuk berbeda-beda, contohnya darah. Di dalam darah manusia terdapat sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, dan keping-keping darah yang berbeda-beda bentuknya.
1. Jaringan pada Hewan
            Pada tubuh mamalia dan manusia terdapat beberapa jaringan, antara lain jaringan otak, jaringan saraf, jaringan penyokong, jaringan epitel, jaringan ikat, dan jaringan darah.
a. Jaringan Otot
            Jaringan otot yang berfungsi sebagai alat gerak aktif tersusun atas sel-sel otot yang berbentuk serabut-serabut otak. Pada tubuh manusia terdapat 3 macam sel otor, yaitu sel otot polos, sel otot lurik, dan sel otot jantung. Otot polos terdapat pada dinding usus, pembuluh darah, saluran ekskresi, dan saluran kelamin. Otot polos bekerja lamban, terus-menerus dan tidak dipengaruhi oleh perintah otak. Oleh karena itu, otot polos disebut otot tak sadar. Otot lurik disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka tubuh. Otot lurik yang bekerja menurut kemauan kita atau perintah otak juga disebut otak sadar.
b. Jaringan Saraf
            Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf (neuron). Jaringan saraf bertugas menerima rangsang dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh untuk disampaikan ke otak, dan selanjutnya membawa tanggapan atau reaksi yang di perintahkan otak ke organ tubuh tertentu.
            Sel saraf terdiri atas badan sel dan serabut saraf. Serabut saraf yang panjang disebut neurit (akson) dan serabut saraf yang pendek disebut dendrit (dendron). Neurit berfungsi menyampaikan rangsang dari badan sel ke neurit sel saraf lain atau ke bagian tubuh. Dendrit berfungsi menghantarkan rangsang dari neurit sel saraf lain atau dari bagian tubuh  ke badan lain.

 
c. Jaringan Penyokong
            Jaringan penyokong disebut juga jaringan penunjang atau jaringan penguat. Jaringan yang termasuk di dalamnya adalah jaringan tulang rawan, jaringan tulas keras, dan jaringan ikat. Jaringan tulang rawan (kartilago) merupakan jaringan bersifat elastis dan lentur yang terdapat pada rangka saat awal perkembangan makhluk hidup.
            Secara berangsung-angsur, sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, tulang rawan akan mengeras dn berubah manjadi tulang keras. Pada bagian tubuh orang dewasa tulang rawa hanya terdapat di beberapa tempat saja, yaitu tulang telinga, cuping hidung, dan pada persendian ujung-ujung tulang. Tulang keras berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, tempat melekat otot, dan melindungi bagian-bagian tubuh yang lemah.
            Tulang-tulang berbentuk pipih yang berisi sumsum merah berfungsi sebagai pusat pembentukan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih, sedangkan beberapa tulang panjang berisi sumsum kuning yang tidak membuat sel-sel darah.
            Jaringan ikat berfungsi menyokong jaringan-jaringan dan organ-organ dengan mengikat bagian tubuh yang satu dengan yang lain. Contoh, jaringan ikat menghubungkan otot dengan tulang dan menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain.
d. Jaringan Epitel
            Jaringan Epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan luar dan permukaan dalam tubuh, serta membatasi permukaan luar dan permukaan dalam organ-organ tubuh. Fungsi jaringan epitel pada permukaan tubuh  adalah untuk memberi perlindungan terhadap kerusakan mekanis, perlindungan dari masuknya mikro organisme, mencegah penguapan air, dan penerima rangsang. Jaringan epitel pada permukaan dalam organ tubuh berfungsi untuk menyerap zat (absorpsi) dan mengeluarkan zat (sekresi). Misalnya, jaringan epitel silinder (kolumner) pada permukaan dalam dinding usus berfungsi melindungi dinding usus dan menyerap sari-sari makanan. Adapun jaringan epitel kolumner bersilia pada permukaan tenggorokan berfungsi untuk mencegah masuknya benda-benda  asing ke paru-paru.
e. Jaringan Darah
            Jaringan Darah berfungsi mengangkut oksigen dan sari-sari  makanan ke seluruh tubuh, menjaga kestabilan suhu tubuh, dan mengangkut sisa-sisa pembakaran dari sel-sel tubuh. Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sel-sel darah dapat dibedakan menjadi sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, dan keping-keping darah.Uraian mengenai sel-sel darah tersebut akan kalian temui pada kelas VIII.
2. Jaringan pada Tumbuhan
            Apabila kalian melakukan pengamatan pada sayatan melintang batang, akar, dan daun tumbuhan berbiji dengan menggunakan mikroskop, akan terlihat berbagai sel yang beraneka ragam bentuk-bentuknya. Di antara sel-sel itu, beberapa sel yang berbentuk sama akan membentuk jaringan. Macam-macam jaringan yang terdapat pada tumbuhan antara lain jaringan meristem, jaringan epidemis, jaringan pengangkut, dan jaringan penyokong.
a. Jaringan Meristem
            Jaringan Meristem tersusun atas sel-sel yang kecil dan berdinding tipis tanpa rongga sel. Jaringan meristem berfungsi sebagai titik tumbuh tanaman pada akar dan batang. Pada tumbuhan dikotil, kambium juga merupakan jaringan meristem.
b. Jaringan Epidermis
            Jaringan epidermis merupakan jaringan yang melapisi permukaan organ-organ tumbuhan, misalnya akar, batang, dan daun. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel yang berbentuk pipih dengan permukaan atas dan permukaan bawah sejajar, sedangkan sisinya dapat tersusun tidak beraturan. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi sel-sel yang ada di bawanya sehingga disebut juga jaringan pelingdung (protektif).
c. Jaringan Pengangkut
            Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Pembuluh